4 bahan berbahaya dalam makanan instan yang harus anda ketahui

| March 23, 2016 | 0 Comments

makanan instanDi Jaman serba cepat saat ini kebanyakan masyarakat menginginkan semua hal dapat dilakukan dengan instan, karena dapat menghemat waktu. Salah satu yang palig banyak dilakaukan adalah terkait makanan. Sekarang ini telah banyak sekali beredar makanan instan yang dijual bebas di hampir semua tempat. Namun tahukah anda bahwa dalam makan instan itu terdapat beberapa zat atau bahan yang sebenarnya sangat membahayakan bagi kesehatan. Untuk lebih jelasnya berikut ini 4 bahan makanan yang berbahaya yang terkandung dalam makanna instan, berikut penjelasan dari kompas.com.

KOMPAS.com – Tanpa disadari, banyak anggaran rumah tangga kita dihabiskan untuk makanan instan kemasan, yang bersifat aditif dan rendah nutrisi.

Apakah pilihan kita tersebut sehat? Dibandingkan dengan makanan alami dan segar, tentu saja tidak.

Sebagian besar makanan instan kemasan sarat dengan pemanis, garam, perasa buatan, lemak buatan pabrik, pewarna, bahan kimia yang mengubah tekstur, dan pengawet. Tapi masalahnya bukan hanya pada apa yang ditambahkan ke dalam makanan itu, tapi apa yang bisa dibawa pergi dari tubuh kita oleh makanan instan.

Proses pembuatan makanan instan kemasan, sering menghilangkan nutrisi alami yang dirancang oleh alam untuk melindungi jantung kita, seperti serat larut, antioksidan, dan lemak baik. Sifat aditif makanan instan, bisa menjadi bencana kesehatan.

Berikut adalah empat jenis zat yang banyak terdapat di dalam makanan instan olahan, yang harus Anda waspadai risikonya.

LEMAK TRANS

Lemak lemak trans umum terdapat dalam kue kemasan seperti muffin, microwave popcorn, kerupuk, margarin dan cracker, juga di makanan cepat saji seperti kentang goreng.

Penelitian menunjukkan, lemak trans dua kali lebih berbahaya bagi jantung Anda dibanding lemak jenuh, dan menyebabkan sekitar 30.000 sampai 100.000 kematian dini akibat penyakit jantung setiap tahun.

Lemak trans lebih buruk bagi jantung daripada lemak jenuh karena meningkatkan kadar Kolesterol “jahat” LDL dan menurunkan Kolesterol “baik” HDL. Hal ini memicu masalah ganda untuk arteri Anda. Lemak trans juga meningkatkan kadar Anda lipoprotein dan trigliserida yang dapat menyumbat pembuluh darah arteri.

Periksa daftar label apakah ada kata-kata ini: “partially hydrogenated,” “difraksinasi atau fractionated” dan “terhidrogenasi atau hydrogenated” (lemak yang sepenuhnya terhidrogenasi bukanlah ancaman bagi jantung, tetapi beberapa lemak trans yang disalahartikan sebagai lemak terhidrogenasi). Makanan yang mengandung kata-kata ini, berarti mengandung lemak trans.

BIJI-BIJIAN OLAHAN

Memilih makanan yang terbuat dari biji-bijian olahan seperti roti putih atau pasta putih (sekarang banyak terdapat kemasan instannya) dapat meningkatkan risiko serangan jantung hingga 30 persen.

Anda harus menjadi pembelanja yang cerdas. Jangan tertipu oleh klaim seperti “dibuat dari tepung terigu” atau “tujuh jenis biji-bijian”. Jangan juga tergoda dengan produk yang hanya ditabur serpihan gandum di permukaannya, sehingga seolah-olah terbuat dari gandum utuh.

Setidaknya sudah ada tujuh studi yang menunjukkan, bahwa perempuan dan laki-laki yang makan gandum utuh memiliki risiko lebih rendah mengidap penyakit jantung sebesar 20 sampai 30 persen.

Sebaliknya, mereka yang memilih produk instan dari biji-bijian olahan, lebih berisiko terkena serangan jantung, resistensi insulin, dan tekanan darah tinggi.

SALT

Tigaperempat garam atau sodium yang kita konsumsi setiap hari, tidak berasal dari garam di meja atau dapur. Kita lebih banyak mengonsumsinya dari makanan instan atau makanan olahan. Seperti sup instan, saus, mie instan dan lain sebagainya.

Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization, WHO) menganjurkan konsumsi garam maksimal 5 g sehari. Sedangkan berdasarkan data Susenas pada 2002, 2007, dan 2009 (Hardinsyah, 2011), rata-rata konsumsi garam penduduk Indonesia masing-masing adalah 6,3; 5,6; dan 5,7 gram perhari.

Artinya lebih tinggi dibandingkan anjuran dari WHO. Bahkan diperkirakan data tersebut bersifat underestimate, karena belum termasuk visible salt yang dibubuhkan pada makanan jajanan dan instan, demikian kata BPOM RI.

Sebanyak 98% asupan sodium akan diserap di usus, dan kelebihannya akan disaring di ginjal, dan dikeluarkan melalui keringat dan urin. Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia, fungsi ginjal cenderung menurun.

Akibatnya, kelebihan sodium menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi garam yang berlebihan terkait erat dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis, terutama tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung.

Mengurangi konsumsi makanan instan dan olahan pabrik akan sangat membantu agar tubuh tidak kelebihan sodium.

HIGH-FRUCTOSE CORN SYRUP

Coba Anda periksa makanan-makanan atau minuman instan dalam kemasan yang dijual di supermarket dan lihat labelnya. Anda akan dengan mudah menemukan makanan atau minuman yang mengandung high fructose corn syrup atau sirup jagung fruktosa tinggi.

Fruktosa tidak bisa secara langsung digunakan oleh tubuh menjadi sumber energi sebelum diubah dahulu menjadi glukosa. Jadi proses untuk memperoleh energi dari sukrosa harus melewati jalan yang lebih panjang dan memakai energi. Dan ini hanya bisa terjadi di hati dan sel sperma.

Mengonsumsi fruktosa secara berlebihan mengakibatkan terpicunya proses pembentukan lemak di hati yang selanjutnya akan dikeluarkan ke peredaran darah. HFCS juga bertanggungjawab terhadap masalah kesehatan lain seperti kegemukan, Kolesterol tinggi, masalah insulin, diabetes tipe-2, kerusakan hati, tekanan darah tinggi dan penyakit hati.

Untuk mengetahui apakah suatu makanan mengandung HFCS atau tidak, periksa apakah di kemasannya tertulis pemanis jagung, sirup jagung, atau sirup jagung tinggi fruktosa.

Selalu jaga kesehatan diri dan keluarga anda, serta sebisa mungkin hindari makanan-makanan instan agar tubuh tetap sehat.

Category: Edukasi

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: