4 Kebiasaan buruk penyebab obesitas

| August 5, 2016 | 0 Comments

gemukObesitas atau kegemukan sekarang ini bukanlah hal yang sulit untuk dijumpai. Hampir disetiap daerah banyak orang yang menderita obesitas. Penyebab utama dari obesitas adalah banyaknya masyarakat yang sulit meninggalkan kebiasaan buruk penyebab obesitas seperti banyak makan karbohidrat dan lain-lain. berikut 4 kebiasaan buruk penyebab obesitas.

KOMPAS.com – Setiap kita pasti punya kebiasaan buruk. Misalnya, suka menunda pekerjaan, malas bangun pagi, tidak suka berolahraga, atau sering lupa sikat gigi sebelum tidur.

Banyak juga dari kita, yang punya kebiasaan buruk dalam hal makan. Sebut saja misalnya, melupakan makan pagi atau makan siang atau bahkan keduanya karena alasan kesibukan?

Anda harus tahu, bahwa melewatkan waktu makan, tidak akan membuat tubuh Anda bertambah langsing. Justru sebaliknya bisa membuat Anda bertambah gemuk. Dan masih ada kebiasaan-kebiasaan lain yang bisa menambah ukuran lingkar pinggang Anda. Simak seperti di bawh ini.

1. Kebiasaan buruk: Makan sebanyak-banyaknya di waktu malam

Anda berolahraga pagi tapi tidak sarapan yang cukup dan tidak makan siang. Alasannya? Terlalu sibuk. Walhasil, waktu makan malam Anda jadi kalap.

Perbaiki: Bawa makanan sehat ke manapun Anda pergi. “Kita cenderung makan apa saja yang di depan mata,” kata Brian Wansink, Ph.D., direktur Cornell Food and Brand Lab.

Ia merekomendasikan agar Anda membawa makanan atau camilan yang mudah dibawa, sehat dan mengenyangkan seperti kacang-kacangan, apel, dan roti gandum.

2. Kebiasaan buruk: Terlalu banyak snack bar

Ada orang yang sangat mengandalkan snack bar untuk mengganjal perutnya. Mereka makan snack bar sebanyak atlit pelari. Yang perlu diingat adalah snack bar mengandung zat kimia tambahan dan pengawet.

“Plus, jika dikonsumsi terlalu banyak, Anda bisa saja kelebihan asupan sebanyak 300 kalori setiap hari karena bentuknya yang kecil, sering kita merasa baru memakannya sedikit” kata RunDisney ahli gizi di Tara Collingwood, R.D.N.

Perbaiki: Konsumsi energi bar hanya di saat Anda memerlukannya, misalnya setelah berolahraga atau saat Anda benar-benar terlalu sibuk untuk makan normal. Pilih snack bar yang mengandung gula kurang dari 10 gram per 150 kalori.

3. Kebiasaan buruk: Makan dalam porsi besar

Latihan yang keras akan meningkatkan rasa lapar. Tetapi, tubuh Anda tidak bisa mengolah kalori dalam jumlah yang sangat besar sekaligus, meski cadangan glikogen Anda habis, kata Collingwood.

“Ketika Anda makan terlalu banyak pada satu waktu, Anda berisiko menyimpannya sebagai lemak.”

Perbaiki: Asup kalori dan minum yang cukup selama sesi olahraga. Anda bisa menyamil kacang-kacangan misalnya, selama latihan berlangsung. Setelah itu, makanlah dalam porsi kecil.

Penelitian Wansink menunjukkan, cara ini akan membuat Anda merasa lebih puas dan kenyang. Jika rasa lapar lagi, konsumsi makanan sarat mineral. Tubuh lebih bisa mengolah asupan makanan menjadi energi (bukan lemak) jika Anda makan dalam porsi seckupnya. .

4. Kebiasaan buruk: Mengonsumsi karbohidrat berlebihan

Ya, terutama Anda yang suka berolahraga, membutuhkan karbohidrat. Pasta, mi instan, sereal instan dan semua yang serba instan lain kerap menjadi pilihan karena mudah dan praktis menyiapkannya.

Masalahnya, kata Collingwood, ketika Anda hanya makan pasta atau sereal dan melupakan sayur, buah atau ikan, Anda tidak mengasup nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk bisa bekerja optimal.

Perbaiki: Buah-buahan, sayuran, dan makanan tinggi serat lainnya seperti lentil dan kacang-kacangan harus mengisi setengah piring setiap kali Anda makan. Makanan ini sara nutrisi dan sama mengenyangkan seperti karbohidrat.

Category: Edukasi

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: