ASI Pertama dan Utama

| August 14, 2012 | 0 Comments

ASI PERTAMA DAN UTAMA

Tak bisa dipungkiri lagi, air susu ibu (ASI) adalah makanan pertama dan terbaik dikonsumsi bayi, karena itulah bidan atau dokter  akan meletakkan bayi diatas tubuh ibu sesaat setelah melahirkan (normal, bukan operasi caesar). Penelitian menunjukan bahwa refleks mengisap yang paling kuat pada bayi terjadi pada 20 – 30 menit setelah kelahiran. Dan, refleks mengisap bayi yang disusui pada 4 – 6 jam pertama setelah melahirkan akan lebih kuat dari pada yang tidak segera disusui.

Gambar bayi minum dalam dot
Bayi minum

Selain berpengaruh pada refleks mengisap, ASI yang keluar pada hari pertama setelah melahirkan 3 – 6 hari akan berupa susu kolostrum (susu jolong) yang berwarna kekuningan. Kolostrum ini amat bermanfaat bagi bayi, karena selain mengandung nutrisi lengakap, antara lain kalsium, protein, vitamin dan mineral, juga menambah daya tahan tubuh si kecil yang memang masih rentan. Karena itu akan lebih baik apabila setelah melahirkan, anda menggunakan fasilitas rawat gabung, sehingga bisa satu kamar dengan si kecil. Sampai enam bulan pertama, ASI saja sudah mencukupi kebutuhan nutrsi bayi. Inilah yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif.

Dari berbagai penelitian terbukti bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan atau minimal 4 bulan, membuat si kecil tumbuh dan berkembang lebih baik. Misal saja, mereka akan memiliki daya tahan yang akan lebih baik terhadap alergi yang cenderung akan diturunkan seperti asma dan gangguan kulit dibanding bayi yang tidak menerima ASI ekklusif. Bahkan, daya tahan langsung hingga anak tersebut mencapai usia remaja.

Selain dengan pertumbuhan fisik, kebutuhan bayi terhadap zat gizi juga semakin meningkat. Ibu tidak lagi hanya memberikan ASI pada bayi usia 4 – 6 bulan, mengingat aktifitas anak kian bertambah sehingga membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Pada saat inilah si kecil sudah membutuhkan makanan tambahan dalam bentuk lunak seperti bubur saring dan susu formula.

Susu adalah salah satu bahan makanan yang penting untuk dikonsumsi balita. Selain kandungan proteinnya tinggi dan relatif mudah dicerna, susu merupakan sumber kalsium terbaik. Kalsium tidak hanya dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada masa kanak-kanak, tetapi juga sepanjang hidup, karena jaringan tulang akan terus tumbuh, tidak hanya itu. Susu juga mengandung karbohidrat, lemak, beberapa vitamin, dan lebih dari 14 jenis mineral. Dari semua vitamin yang ada, vitamin B2 lah yang penting, karena vitamin ini jarang terdapat dalam makanan lain. Karena itu, sebaiknya balita tetap diberi susu, paling tidak 3 gelas sehari untuk anak usia dibawah usia 2 tahun, dan 2 gelas sehari untuk anak sampai usia 5 tahun.

Anak balita sebaiknya tidak diberi susu bebas lemak, karena mereka masih membutuhkan lemak sebagai sumber enerji. Kalau kebetulan si kecil tidak dapat mencerna laktosa yang terdapat dalam susu sebaiknya yogurt dan keju. Laktosa yang terdapat dalam 2 jenis makanan yang berasal dari susu tersebut lebih mudah dicerna oleh tubuh. Namun demikian, yogurt sebaiknya tidak diberikan pada bayi menginggat sistem pencernaannya belum tahan terhadap berbagai rasa yang ‘merangsang’ seperti asam dan pedas.

Sumber : Majalah Ayah dan Bunda

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: