Berat Badan Kurang

| September 7, 2012 | 0 Comments

BERAT BADAN KURANG (Kekurangan energi kronis)

Sampai saat ini, angka kematian bayi di Indonesia ternyata masih cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya beratbadan bayi saat lahir (BBLR : Bayi Berat Lahir Rendah), Yakni kurang dari 2500 gr. BBLR bisa disebabkan

oleh kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu), atau karena pertumbuhan janin terlambat (PJT). PJT dapat disebabkan beberapa hal seperti status gizi kurang pada ibu hamil, kebiasaan merokokdan minum-minuman beralkohol.

Seperti kita ketahui, bila makanan yang dikomsumsi kurang baik dari segi kwalitas dan kuantitasnya, maka daya tahan tubuh pun akan menurun. Akibatnya, tubuh akan mudah terkena penyakit.

Seorang wanita yang ingin hamil, haruslah mempunyai tubuh yang sehat dengan status gizi yang baik, yang seyogiya dipersiapkan sebelum kehamilan terjadi. Mengapa? Karena, kondisi gizi ibu ini akan

langsung mempengaruhi status gizi, pembentukan organ, pertumbuhan dan perkembangan organ serta fungsi organ janin. Hal ini artinya bila komposisi makanan ibu hamil tidak memenuhi syarat, baik secara kualitas maupun secara kuantitas, akan berpengaruh pada janinnya. Artinya, janin akan mendapat pengaruh yang buruk.

Pada tiga bulan pertama kehamilan, janin berada dalam periode pembentukan organ. Bila status gizi ibu hamil tidak baik, seperti difisiensi asam folat, mikro elemen seng, dan zat gizi lainnya maka pembentukan otak pun tak bisa berjalan dengan optimal. Bukan tidak mungkin, hal ini akan berakibat terjadi cacat bawaan pada susunan syaraf pusat dan otak janin. Tentu saja berat ringannya kelainnan ini bergantung pada seberapa berat kondisi gizi yang rendah pada ibu hamil tidak bisa dianggap remeh. Apalagi mengingat kerusakan yang diakibatkan, bila hal itu terjadi diawal trimester pertama, tidak bisa diperbaiki. Sedangkan untuk trimester kedua, kondisi gizi yang buruk dapat mengakibatkan ukuran kepala janin kecil. Hal ini berkaitan erat dengan perkembangan potensi inteligensia yang tidak optimal.

Salah satu cara mengatasi masalah-masalah berkenaan dengan berat badan kurang adalah dengan selalu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Dengan demikian, pertambahan berat badan bisa terus dipantau. Apakah ibu kekurangan berat badan atau tidak, dan apakah penambahan berat badan selama kehamilan cukup atau tidak, serta apakah makanan yang dikomsumsi ibu sudah seimbang dan mencukupi kebutuhan diri dan janinnya. Bila terjadi kekurangan, tentunya harus segera dilakukan peningkatan, yaitu dengan menambah jumlah dan variasi makanan yang akan dikonsumsi ibu hamil. Bila perlu, mungkin   dokter akan memberikan suplementasi vitamin dan minera.

Sumber : Majalah Ayah dan Bunda

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: