Bersih pangakal sehat

| May 28, 2012 | 0 Comments

BERSIH PANGKAL SEHAT

Keracunan makanan dapat berbahaya bagi bayi, mengingat daya tahan tubuhnya masih rentan. Berikut ini beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga kebersihan makanan tambahan bayi :

Gambar ini adalah gambar cuci tangan
Cuci tangan

  1. Cucilah tangan sebelum mulai dan selama menyiapkan makanan bayi.
  2. Pisahkan talenan untuk memotong daging mentah dengan sayuran, buah dan daging matang yang hendak dikunsumsi anak, agar makanan yang siap makan tidak terkontaminasi bakteri daging mentah.
  3. Sterilkan peralatan makan bayi dengan merebus di air mendidih dan keringkan dengan tissue, hindari pengeringan dengan serbet kain yang mungkin menyimpan bakteri.
  4. Kalau bayi sudah mulai merangkak, biasanya usia 6 – 9 bulan, perlengkapannya sudah tidak perlu disterilkan, kecuali botol susu. Namun demikian, kebersihan berbagai perlengakapan si kecil harus tetap diperhatikan. Membiarkan makanan panas dalam suhu kamar adalah kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang biak. Karena itu, biarkan makanan panas tetap panas, dinginkan ketika akan disantap bayi. Begitu pula dengan makanan yang didinginkan dilemari pendingin, hangat dalam wadah yang diisi air hangat untuk sekali makan. Hindari pemakaian makanan
    Gambar ini merupakan gambar perlengkapan  makan bayi

    Perlengakapan makan bayi

    yang sudah dua kali dimasukkan kedalam lemari es pendingin.

  5. Kalau ingin memasak bahan makanan yang sudah dibekukan di freezer, lakukanlah prose thawing atau pencairan. Kalau proses ini dilakukan didalam kulkas, untuk 1/2 kg bahan (misal daging) dibutuhkan waktu sekitar 5 jam. Sementara bila dalam suhu kamar bisa berlangsung sekitar 2 jam. Sayangnya, proses thawing yang dilakukan dalam suhu kamar memungkinkan mikroba berkembang berlipat ganda, sehingga waktu pemasakannya harus ditambah agar mikroba mati. Usahakan untuk tidak memasukkan kembali makanan siap santap yang sebelumnya sudah dibekukan, karena jumlah mikroba yang tumbuh pada daging tersebut akan semakin banyak. Untuk mencegah hal ini, potonglah kecil-kecil bahan makanan tersebut dan masukkan dalam kantong plastik sesuai dengan porsi yang diperlukan kelak.
  6. Jika bayi tidak menghabiskan makannya, jangan disimpan untuk diberikan lagi kemudian. Hal itu akan membuat makanan terkontaminasi air liurnya dan bakteri.
  7. Jangan biarkan makanan dalam kaleng yang terbuka. Pindahkan makanan terebut dalam wadah plastik atau kaca.

Sumber : Majalah Ayah dan Bunda

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: