cara tepat menangani anak yang sedang demam di rumah

| November 16, 2015 | 0 Comments

anak demamDemam merupakan suatu reaksi tubuh atas gangguan kesehatan yang diderita seseorang. Ketika ada suatu yangtidak tepat pada tubuh makan sistem imun akan dengan cepat meresponnya. Anak-anak lebih sering demam dari pada orang dewasa karena tubuh anak lebih rentan terhadp gangguan dari luar. Sebagai orang tua sebaiknya jangan terburu-buru dalam menangani anak yang sedang demam. Berikut beberapa cara tepat menangani anak yang sedang demam menurut Kompas.com

KOMPAS.com – Demam adalah keluhan yang paling sering terjadi ketika orangtua berkonsultasi ke dokter, berdasarkan data yang dilansir oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Setidaknya, sekitar 30 persen total kunjungan konsultasi merupakan keluhan demam.

Faktanya, demam bukanlah penyakit utama. Melainkan, reaksi tubuh terhadap suatu penyakit bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Untuk memastikan anak demam, orangtua harus mengukur suhu anak. Dikatakan demam apabila suhu tubuh melebihi 37,5 derajat celcius.

Meski demikian, tidak semua demam pada anak perlu berobat. Pertolongan pertama memainkan peran penting dalam mengatasi demam pada anak.

Dr. Dita Elvina, Koordinator Instalasi Gawat Darurat Brawijaya Children and Hospital menjelaskan langkah-langkah penanganan pertama yang orangtua harus lakukan di rumah, jika anak demam.

Bedrest

Mengistirahatkan anak dari berbagai macam aktifitas adalah langkah yang tepat untuk mengatasi demam.

“Biasanya, orangtua panik ketika tahu anaknya demam dan langsung dibawa ke RS. Sebaiknya, tunggu sampai tiga hari. Jika setelah tiga hari panasnya tidak turun, segera ke dokter. Selama itu, waktu istirahat anak lebih diperbanyak,” jelas dr. Dita dalam acara media group discussion di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kompres dengan air hangat

Sudah tidak asing lagi budaya di masyarakat kita, jika terkena  demam langsung dikompres dengan air dingin. Padahal, air dingin tidak dianjurkan dan sebaiknya menggunakan air hangat.
Penggunaan air hangat akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi, yaitu melebarnya pembuluh darah dan pori-pori kulit, sehingga terjadi penguapan. Pengompresan dilakukan di lipatan ketiak, tapi bisa pula di punggung.

“Kompres di punggung juga sering dilakukan, karena punggung adalah bagian tubuh yang terpapar paling luas” kata dr. Dita.
Ia juga menambahakan durasi pengompresan adalah 1–1,5 jam dan setiap 15 menit air kompres harus diganti.

Terapi herbal

Terapi herbal sangat membantu, karena adanya proses evaporasi dalam tubuh dan memberikan relaksasi untuk anak. Biasanya terapi herbal menggunakan bawang merah.

“Ini bisa dilakukan untuk menurunkan demam anak. Caranya dengan membalurkan bawang merah yang sudah di potong tipis ke punggung anak. Dengan begitu, evaporasi atau penguapan panas akan terjadi,” jelas dr. Dita.

Demikian artikel tentang cara tepat menangani anak yang sedang demam di rumah. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Category: Edukasi

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: