Edukasi – Kalau menderita rematik konsultasilah kedokter

| June 12, 2012 | 0 Comments

KALAU MENDERITA REMATIK KONSULTASILAH KEDOKTER

Jakarta, Obat rematik dengan mudah didapatkan diapotik atau ditoko-toko obat, tetapi lebih baik konsultasikan kedokter.
Maka dari itu untuk pengobatan rematik sangat tidak dianjurkan untuk mengobatinya sendiri. Jika mengalami nyeri atau kekakuan sendi, biarkan dokter mendiagnosanya dulu untuk menentukan obat yang tepat guna mengobati rematik anda.

“Ada banyak jenis dan penyebab rematik, diantaranya yaitu proses penuaan dan gangguan metabolisme. Harus dipastikan  terlebih dahulu apa penyebabnya sebelum menentukan apa obatnya,” ungkap Dr Bambang Setyohadi, pakar rheumatologi dari UI dalam jumpa pers ‘Pfizer: 10 Tahun Beraksi Atasi Rematik’ di Plasa FX, Jakarta, Kamis (4/11/2010).

Dr Bambang mengatakan bahwa banyak pasiennya langsung minum obat asam urat ketika mengalami rematik, karena gejalanya memang sama. Padahal dari 100 jenis rematik, hanya 1 penyakit yang disebabkan oleh asam urat yakni gout atau pirai (encok).

Jika ternyata penyebabnya adalah bukan asam urat, atau nyeri sendi yang dialami pasien tersebut tentu saja tidak akan sembuh. Bahkan pengobatan yang sia-sia itu justru akan menyebabkan efek samping bagi sipenderita  seperti alergi dan gangguan ginjal.

Kalaupun ternyata disebabkan oleh asam urat, obat yang diberikan kepada sipenderita tetap tidak boleh sembarangan. “Ketika rasa nyeri masih terasa, asam uratnya justru tidak boleh kita apa-apakan. Redakan dulu nyerinya dengan pain killer (obat pereda nyeri),” kata Dr Bambang.

Setelah rasa nyeri teratasi, barulah dokter akan mulainya memeriksa kadar asam urat. Dosis obat akan disesuaikan dengan kadar asam urat karena efek yang diharapkan adalah bertahap, tidak boleh langsung menyebabkan kadar asam urat turun drastis.

Menurut Dr Bambang, pengobatan berbagai jenis rematik pada umumnya dilakukan jangka panjang bahkan seumur hidup. Kunci keberhasilan pengobatan adalah sering kontrol atau konsultasi  ke dokter dan jangan pernah bosan mengonsumsi obat selama masih dibutuhkan.

Bosan minum obat adalah faktor utama bertambah buruknya rematik yang anda derita. Bahkan dalam beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, keharusan untuk minum obat seumur hidup bisa menyebabkan pasien depresi dan akhirnya bunuh diri.

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: