edukasi – keputihan pada wanita

| August 10, 2012 | 0 Comments

KEPUTIHAN PADA WANITA

Berikut bebreapa uraian tentang keputihan :

I. Gejala :

Bila kumannya berupa trikomonas, akan berwarna putih kehijauan dan berbau amis. Liang vagina tampak kemerahan, nyri bila ditekan, dan terasa perih saat buang air kecil. Bila akibat kandida/jamur, biasanya berwarna putih seperti nasi yang terkena air, vagina tampak merah dan membengkak, disertai rasa gatal yang hebat.

Bila disebabkan vaginosis, cairan berwarna putih keruh dan baunya amis, tapi tak menimbulkan rasa sakit atau gatal. Bila berwarna putih agak kemerahan, menandakan adanya kelainan yang lebih serius lagi, semisal karena kanker mulut rahim. Jangan lupa, gejala paling dini kanker mulut rahim pun keputihan.

II. Keputihan bisa menular

Hati-hati keputihan bisa menular. Misal : pada sang suami pada saat hubungan sekssual. Tukar menular berlangsung timbal balik. Itulah mengapa, kalau istri diobati keputihanya, maka suami harus diobati pula akan menularkan kembali keputihan tersebut. Demikian juga sebaliknya.

III. Keputihan yang berlanjut wajib berobat

Biasanya dokter akan memeriksa cairan keputihan dilaboratorium, meliputi warna, bau dan bagaimana keadaan vagina secara keseluruhan. Diteruskan dengan menyingkirkan faktor-faktor yang mempermudah timbulnya keputihan. Misalnya, penyakit diabetes, maka akan diobati diabetesnya. Kondisi terlalu banyak gula pada penderita diabetes akan menumbuhkan kandidiasis. Usai itu, barulah diberi obat yang sesuai jenis infeksi penyebab keputihan, baik pada sang suami atau pada istri.

Bila diagnosis menunjukkan penyakit tidak akut, biasany dokter menyarankan untuk mencuci daerah vagina dengan obat antiseptik. Penting diketahui, pencucian tak dilakukan terus menerus, karena menyebabkan matinya bakteri dordelain divagina (yang membuat vagina selalu asam). Dampaknya, suasana asam terganggu menjadi basa, sehingga muncullah berbagai penyakit, entah kandida atau jamur, infeksi dari luar vagina dan sebagainya. Karena itu, menggunakan cairan pembersih cairan vagina untuk mencegah timbulnya keputihan juga tak dianjurkan.

Hal lain yang juga penting, jangan menunda berobat, karena infeksi bisa naik keatas. Yang tadinya divulva bisa naik kevagina, naik lagi kesaluran telur, naik lagi keendometrium, naik lagi kesaluran tuba, bahkan bisa keluar dan masuk kerongga abdomen. Radang dari selaput lendir perut. Nah, kalau hal ini sudah sampai kondisi salpingitis, maka ibu akan mendapatkan anak.

Sumber : Tabloit nakita

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: