728×90

Edukasi – Merawat telinga dengan baik

| November 29, 2012 | 1 Comment

MERAWAT TELINGA DENGAN BAIK

Kotoran telinga mempunyai fungsi  untuk melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dikorek  atau  dibersihkan. Tapi kotoran telinga terkadang kala juga  mengganggu pendengaran. Kapan sebaiknya kotoran telinga dibersihkan? Kulit pada saluran telinga bagian  luar memiliki kelenjar khusus yang menghasilkan kotoran telinga yang dikenal sebagai cerumen. Biasanya, sejumlah kecil kotoran yang ada pada dalam telinga berakumulasi kemudian mengering dan keluar dari saluran telinga, membawa partikel debu yang tidak diinginkan atau pasir. Bentuk cerumen atau kotoran telinga berbeda antara orang satu dengan  orang yang lainnya. Mungkin hampir berbentuk cair, padat dan tegas atau berupa kulit kering. Warnanya juga bervariasi tergantung pada komposisi. Sebagian besar saluran pada telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar. Kotoran telinga yang lama akan terus diangkut dari daerah telinga yang bagian paling dalam menuju keluar, biasanya kering, serpihan dan jatuh. Kapan seharusnya harus dibersihkan? Idealnya menurut kesehatan seseorang tidak perlu membersihkan telinganya. Tapi kadang orang malah terlalu sering membersihkan telinganya sampai cairan pelumas telinganya pun kering. Seperti dilansir dari MedicineNet, Selasa (18/5/2010), kotoran telinga yang berlebihan dapat terbentuk di dalam saluran telinga karena berbagai alasan, antara lain:

  1. Penyempitan saluran telinga akibat infeksi atau penyakit kulit, tulang, atau jaringan ikat
  2. Produksi cairan cerumen kurang (lebih umum pada orang tua karena penuaan dari kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga)
  3. Cerumen berlebihan dalam menanggapi trauma atau penyumbatan di dalam saluran telinga

Bila kotoran telinga terakumulasi begitu banyak sehingga membentuk blok saluran telinga dan mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan, tetapi kalau bisa usahakan bersihkan telinga ke Dokter THT. Orang mungkin akan mencoba menggunakan cotton bud (pembersih telinga dengan kapas) atau tetes telinga bila kotoran telinga terlalu keras. Penggunaan cotton bud baik dilakukan bila keadaan kotoran telinga sedikit cair dan tidak keras. Karena apabila kotoran telinga keras, maka penggunaan cotton bud justru akan membuat kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga. Dan untuk menggunakan tetes telinga, sangat penting untuk mengetahui bahwa telinga Anda tidak mengalami perforasi (bocor) gendang telinga sebelum menggunakan produk. Menggunakan tetes telinga dengan keadaan gendang telinga berlubang dapat menyebabkan infeksi pada telinga tengah. Dan juga jika disertai rasa sakit, nyeri atau ruam kulit lokal penggunaan obat tetes harus dihentikan. Pada saat seperti ini, dokter mungkin harus membersihkan kotoran telinga keluar (dikenal sebagai lavage), dengan vakum, atau bahkan membersihkannya dengan instrumen khusus.

Sumber : http://health,detik.com

Category: Edukasi

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. agus says:

    terimakasih untuk info kesehatannya

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: