Kurang Minum Merupakan Salah Satu Masalah Gizi

| August 30, 2012 | 0 Comments

Air merupakan kebutuhan sehari-hari yang tak bisa ditinggalkan terutama untuk minum. Jika kurang minum, kesehatan kita pun akan terganggu. Untuk memenuhi gizi dalam tubuh tidak hanya dengan nutrisi-nutrisi seperti halnya karbohidrat, protein, vitamin saja, tetapi kekurangan air juga merupakan salah satu masalah dalam gizi. Untuk itu kita jangan menyepelekan air walaupun air mudah dicari dan kelihatannya tak ada gunanya, tak kita sadari bahwa air yang ada disekitar kita ternyata mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh kita. Jadi kita harus banyak-banyak minum jangan sampai kekurangan cairan dalam tubuh.

Ini merupakan gambar air minum

Air Minum

Air sebenarnya termasuk dalam unsur gizi yang sama pentingnya seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin. Namun, hal ini sering terabaikan. Kurangnya asupan air dapat menyebabkan gangguan fisik berupa penurunan stamina, hilangnya konsentrasi dan mood, sakit kepala, bahkan pingsan.

Beberapa penelitian menunjukkan, masyarakat masih mengonsumsi air minum dalam jumlah yang kurang dibandingkan kebutuhannya. Penelitian di Hongkong pada orang dewasa menunjukkan, 50 persen subyek minum air kurang dari 8 gelas per hari. Di Singapura, kelompok remaja dan dewasa muda merupakan kelompok yang banyak mengalami kekurangan air. Sebagian besar wanita hanya minum 5-6 gelas air per hari, dan pria minum 6-8 gelas per hari.

Di Indonesia angkanya tidak jauh berbeda. Hasil penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (Thirst) tahun 2008 yang dipimpin Prof Hardinsyah dari Institut Pertanian Bogor menemukan 46,1 persen subyek yang diteliti mengalami kurang air atau hipovolemia ringan. Jumlah tersebut lebih tinggi pada remaja (49,5 persen) dibanding orang dewasa (42,5 persen).

Mengapa mereka kurang minum? Menurut Hardinsyah, mayoritas adalah faktor ketidaktahuan tentang fungsi air bagi tubuh. Alasan terbesar lainnya adalah kesulitan akses dalam memperoleh air minum.

Masalah air juga ditemukan di rumah sakit, baik pada pasien atau tenaga kesehatan. Penelitian Supriatmo tahun 2006 terhadap pasien anak diare di rumah sakit menunjukkan 82,4 persen mengalami kurang air. Sementara itu penelitian di Amerika Serikat, dari 170 subyek, sebanyak 5 persen dan 7 persen mengalami kurang air tingkat sedang dan ringan.

 

Sumber  :  Kompas.com

 

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: