Masalah sepele pada kulit yang menjadi tanda adanya kanker kulit

| May 9, 2017 | 0 Comments

Kulit adalah area terluar dari tubuh manusia yang sangat rentan terhadap gangguan. Polusi, parasit, virus, bakteri dan radikal bebas yang ada di udara dan sekitarnya sangat mudah menempel dan menginfeksi kulit. Ada banyak sekali gangguan kulit yang senantiasa mengintai kita. Sedikit kelengahan dan penurunan sistem kekebalan akan ddengan mudah terserang, mulai dari yang ringan hingga yang berat dan membahayakan. Berikut beberapa jenis gangguan kulit yang ringan tetapi beresiko menjadi kanker kulit yang membahayakan.

KOMPAS.com – Jika tiba-tiba Anda menemukan ada area kulit yang menjadi kering dan kasar, atau alis menipis, sebaiknya segera buat janji temu dengan dokter kulit. Masalah sepele pada kulit, bisa saja merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius dan bisa mengancam jiwa.

  • Jerawat yang tak kunjung lenyap atau berdarah ketika dipencet.

Jika ada benjolan seperti jerawat selama lebih dari seminggu yang tidak juga mau pergi atau malah berdarah ketika Anda mengeluarkan isinya, mungkin itu tanda kanker kulit. “Saya sudah menangani banyak pasien yang datang dengan keluhan jerawat tidak sembuh-sembuh dan berakhir dengan diagnosa karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa, dua jenis kanker kulit yang paling umum,” kata Bradley S. Bloom, MD, dokter kulit di New York.

Jenis kanker kulit non-melanoma dapat muncul di mana saja pada tubuh, tetapi mereka biasanya muncul di area kulit yang paling sering kena paparan sinar matahari, seperti di wajah, lengan, dan kaki. Mereka sering terlihat seperti jerawat kecil yang mengilap atau ruam merah seperti eksim, atau berupa kulit kering yang mengeras. Jika dokter mencurigai kemungkinan adanya kanker kulit, dia akan melakukan biopsi. Jika hasilnya positif, biasanya Anda akan diminta melakukan prosedur operasi micrographic Mohs, untuk menghilangkan lapisan kanker di kulit, kata Dr Bloom.

Jerawat yang tidak sembuh-sembuh, bisa juga merupakan gejala Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), infeksi bakteri yang tahan terhadap berbagai bentuk antibiotik, kata Bobby Buka, MD, kepala departemen dermatologi di Mount Sinai School of Medicine. Selain memberikan antibiotik, dokter juga akan menganjurkan pembedahan untuk menghapus daerah kulit yang terinfeksi, mencegah bakteri membuat jalan masuk ke tubuh Anda, yang bisa berpotensi menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa.

  • Bibir pecah-pecah tak kunjung sembuh.

Bibir kering pecah-pecah adalah hal yang biasa dialami banyak orang, terutama yang sering beraktivitas di luar tanpa menggunakan pelembab bibir. Namun, jika bibir pecah-pecah disertai kulit kering bersisik di sekitar mulut yang tidak kunjung membaik setelah empat sampai delapan minggu diberi pelembab, mungkin itu adalah sinyal actinic cheilitis. Actinic cheilitis adalah lesi pra-kanker yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, kata Tsippora Shainhouse MD, instruktur dermatologi di University of Southern California. “Karena sebagian besar pria tidak memakai lip balm atau dengan tabir surya setiap hari seperti yang dilakukan wanita, pria memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan kondisi ini,” katanya.

Jika dokter kulit Anda mencurigai adanya actinic cheilitis, kemungkinan dokter akan membiopsi sebagian daerah yang terkena untuk memastikan diagnosa. Hanya 10 persen kasus actinic cheilitis berubah menjadi karsinoma sel skuamosa dan sulit untuk memprediksi mana yang akan atau tidak akan menjadi kanker. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis perawatan seperti chemical peel, atau pemberian obat topikal bisa menyembuhkan gejala Anda, kata Dr Shainhouse.

  • Kulit kering tak membaik walau sudah diberi pelembab.

Jika Anda sudah rajin memberi pelembab pada area kulit kering dan bersisik selama lebih dari satu bulan atau lebih tapi tidak melihat ada perbaikan, mungkin itu sinyal pra-kanker yang disebut actinic keratosis (AK). “AK sering lebih mudah untuk diraba ketimbang dilihat dan biasanya teksturnya mirip dengan amplas halus,” kata Michael Swann, M.D., dokter kulit dan ahli bedah kanker kulit di Springfield, Missouri. Umumnya, AK muncul di wajah, telinga dan kulit kepala yang botak, atau bagian kulit lain yang sering terkena paparan sinar matahari selama bertahun-tahun. “Seiring waktu, pra-kanker ini bisa berubah menjadi karsinoma sel skuamosa,” kata Dr Swann.

  • Lipatan kulit leher, selangkangan, atau ketiak berwarna gelap.

Lipatan kulit berubah warna menjadi gelap bisa menandakan kondisi yang disebut acanthosis nigricans, kata Dr Burka. Terlalu banyak insulin dalam darah dapat memicu perubahan warna kulit ini, katanya. Jadi, kondisi ini bisa merupakan gejala tubuh Anda kesulitan memroses gula atau bahkan dapat merupakan gejala diabetes tipe-2. Dokter bisa meresepkan obat topikal untuk mengurangi warna gelap pada kulit Anda, tapi terapi yang lebih menyeluruh perlu dilakukan seperti menurunkan berat badan jika diperlukan dan membatasi asupan gula.

  • Alis menipis atau kehilangan rambut di tempat lain.

Jika alis Anda menipis tanpa sebab yang jelas, mungkin dokter akan memerintahkan tes darah untuk melihat apakah kelenjar tiroid Anda kurang aktif atau tidak, kata Dr Bowe. Jika memang ditemukan ada masalah tiroid, dokter akan meresepkan obat untuk menormalkan kembali hormon tiroid Anda. Jika hormon tiroid sudah normal, masalah kerontokan alis atau rambut akan selesai dengan sendirinya. Alis atau rambut Anda akan tumbuh kembali.

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: