Migrasi Wereng Coklat

| August 31, 2012 | 0 Comments

Migarasi wereng dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, dan iklim. Migrasi terjadi antara matahari terbit hingga terbenam karena Nilaparvata lugens memerlukan cahaya dalam penerbangan bisa berlangsung dalam kondisi suhu rendah, kelembaban tinggi, angin yang lemah, maupun angin kecepatan lebih dari 11 km perjam.

Ini merupakan gambar spektrum hama wereng

Spektrum Hama Wereng

Menurut firdaus, pada proyek penelitian kerja sama jepang Indonesia tahun 1986 – 1992, wereng diketahui bermigrasi hingga jarak ratusan km. Migrasi jarak jauh diketahui setelah kelompok wereng yang disemprot warna merah dipersawahan daratan Cina ditemukan menyerang padi di Jepang.

Menurut firdaus, migrasi wereng diindonesia tidak jauh rute Cina Jepang karena pada sebagai sumber pakan ada dimana-mana. Kepala BB POPT Gaib Subroto menambahkan, sebelum tahun 1970-an, wereng coklat tidak diperhitungkan sebagai hama di Indonesia. Situasi saat berubah progam intensifikasi gencar dilaksanakan pemerintah soeharto, antara lain dengan menyemprotkan insektisida organsfat berspektrum luas secara masal dengan pesawat udara.

Di buletin peramalan OPT edisi XII tahun 2010 tertulis, tahun 1976/1977, wereng coklat mengakibatkan serangan berat pada 450.000 hektar pada sawah dan kehilangan hasil sekitar 364.500 ton beras. Pemakaian pestisida mengakibatakan ledakkan serangan hama tahu 1979 dan 1986.

Pemakaian inteksida yang tak tepat jenis, kosentrasi dosis, volume, cara, waktu dan saran semprot memicu meluasnya serangan wereng coklat. Sebab, selain wereng menjadi kebal, hal itu memicu terbunuhnya musuh alami wereng. Ledakkan wereng coklat mendorong terbitnya instruksi presiden nomor 3 tahun 1986 tenggang pengendalian hama terpadu yang berujung pada pencabutan subsidi pestisida.

 

Sumber : Kompas

 

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: