Penatalaksanaan DMG

| June 23, 2012 | 0 Comments

Penatalaksanaan DMG sebaiknya dilaksanakan secara terpadu oleh spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri ginekologi, ahli diet dan spesialis anak. Tujuan penatalaksanaan adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu, kematian dan kesakitan perinatal. Ini hanya dapat dicapai apabila keadaan normoglikimia (kadar gula darah normal) dapat dipertahankan selama kehamilan sampai persalinan.

–  Penatalaksanaan sebelum kehamilan

Pasien dengan riwayat DMG sebelumnya harus berusaha mencapai berat badan ideal dan rajin latihan jasmani. Pasien hendaknya berkonsultasi dengan dokter terkait diet dan status gula darhnya.

–  Penatalaksanaan selama kehamilan

DMG dibagi menjadi 2 kelompok  :

  • A1 ( kadar gula darah normal hanya dengan diet )
  • A2 (gula darah belum terkontrol hanya dengan diet )

Sasaran gula darah normal DMG adalah gula darah puasa < 95 mg / dl dan 2 jam sesudah makan < 120 mg / dl. Penambahan berat badan ibu jangan melebihi 9 kg.Terapi insulin diberikan apabila sasaran kadar gula darah tidak tercapai dengan pengaturan makan dan jasmani selama 2 minggu atau lebih.

Ajari pasien untuk menghitung gerakan janin pada usia kehamilan 32-34 minggu atau mungkin lebih awal lagi : “Atur posisi senyaman mungkin ditempat yang tenang dan konsentrasilah pada gerakan janin. Catat waktu gerakan janin pertama dan hitunglah waktu yang diperlukan untuk 10 x gerakan (seharusnya tidak melebihi 2 jam). Perhitungan ini dilakukan hingga proses kelahiran terutama pada pasien yang mendapat terapi insulin. Jika pola gerakan janin berkurang, laporkan segera”.

Pemeriksaan USG dianjurkan pada usia kehamilan 34-36 minggu untuk mengetahui ukuran janin.

–  Penatalaksanaan saat persalinan

Persalinan spontan dimungkinkan pada pasien yang mengetahui taksiran tanggal persalinan dan gula darah terkontrol pada kasus DMG dianjurkan menjalani persalinan paling lambat pada usia kehamilan 40 minggu. JIka proses persalian belum mulai pada usia kehamilan 38-40 minggu, maka perlu dilakukan induksi karena semakin meningkatnya resiko lahir mati dan distosia bahu (kesulitan dalam melahirkan).

Pada kasus makrosomia atau dengan resiko tinggi lainnya dianjurkan untuk menjalani persalinan secepatnya. Jika persalinan efektif dilaksanakan sebelum usia kehamilan 39 minggu, terlebih dahulu pastikan pematangan paru-paru janin. Operasi cesar dipertimbangkan pada kasus makrosomia.

Selama persalinan gula darah ibu harus terkontrol karena saat proses persalinan ibu hamil menjadi lebih sensitf terhadap insulin. Gula darah ibu yang lebih besar dari 150 mg / dl dapat berakibat hipoksia janin saat persalinan.

Sumber : Majalah ,afiyah edisi 01 volume 1

Category: Edukasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: