Racun Pada Kentang dan Dampaknya Jika Termakan

| November 28, 2013 | 0 Comments

racun kentangKentang termasuk kedalam jenis umbi-umbian, yaitu jenis tanaman yang menyimpan cadangan makanan pada akarnya. Kini telah banyak jajanan atu makanan yang dijual ditempat umum yang berbahan dasar kentang. Selain itu kentang juga biasa dijadikan sebagai bahan sayuran, yang biasanya berwarna kuning kecoklatan. Namun kita harus berhati-hati jika kita akan memasak kentang, karena ada kentang yang mengandung racun. Kentang yang mengandung racun biasanya ada sebagian kecil yang berwarna kehijauan, dan sebaiknya bagian ini dipotong dan dibuang. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca artikel dibawah ini.

Harianjogja.com- Kentang umumnya berwarna kecoklatan atau kekuningan. Tetapi, biasanya kita juga menjumpai kentang yang di beberapa bagiannya berwarna hijau yang pekat. Warna kehijauan ini rupanya racun yang tak boleh dikonsumsi. Warna hijau dalam permukaan kentang itu ternyata sangat berbahaya.

Warna tersebut membuktikan kalau kentang mengandung racun berbahaya yang tentunya tidak boleh dikonsumsi. Bila Anda menemukan warna kehijauan di daging kentang yang Anda beli, sebaiknya potong daerah berwarna kehijauan tersebut kemudian buang.

Warna hijau tersebut sebenarnya adalah klorofil. Zat ini sebenarnya tak berbahaya. Namun, adanya klorofil di permukaan kentang membuktikan bahwa kentang tersebut telah terkena sinar matahari langsung. Karenanya bagian daging kentang yang terkena sinar matahari menjadi daerah dimana racun alami dari kentang yang bernama solanine terkonsentrasi dan sampai di titik berbahaya.

Jadi, sebaiknya simpanlah di tempat yang sejuk dan tempat yang gelap atau bebas cahaya matahari. Karena kalau tidak, solanine yang sebenarnya adalah bentuk pertahanan si kentang terhadap jamur dan hama akan mencuat keluar. Hal ini juga terjadi jika kentang Anda rusak dan memar, jadi sebaiknya buang kentang yang keadaannya seperti itu.

Seperti yang diulas di Wikipedia, menggoreng kentang dengan teknik deep fried yang digoreng dalam temperatur tinggi akan meminimalkan tingkat racun tersebut. Lain halnya jika hanya merebusnya. Racun tersebut akan tetap tinggal disana.

Jika ingin lebih sederhana, cukuplah hanya membuang bagian hijaunya saja. Ada juga yang berkata bahwa kecambah dari kentang juga mengandung solanine, hal itu berarti kentang tidak dapat dimakan. Apa akibatnya jika kentang berwarna kehijauan ini tetap dimakan?

Hal ini akan menyebabkan Anda mual-mual, muntah, sakit perut, diare, radang ternggorokan, sakit kepala, pusing, sampai halusinasi. Bahkan, kabar buruknya adalah, jika Anda mengonsumsi kentang hijau sebanyak 3 sampai 6 mg per kilogram dari berat badan, solanine ini akan menyebabkan kematian! Gejalanya terlihat setelah 6 sampai 12 jam kemudian, tetapi bisa terjadi beberapa menit jika kandungan racunnya sangat tinggi.

Sumber : Harianjogja.com

Tags: , ,

Category: Galery tanaman herbal

Leave a Reply

%d bloggers like this: