JANGAN REMEHKAN HERBA

| November 16, 2012 | 0 Comments

Masih ingatkah kebiasaan orang tua atau nenek kita dulu, menggunakan tapelan bawang merah untuk mengompres dan menurunkan panas demam? Makan pisang kepok dan dan daun jambu untuk menghentikan diare? Saya sendiri sempat terkejut ketika pengasuh anak yang mengompres kepala anak saya, kara, yang ketika itu masih bayi dan sedang demam, dengan tapelan bawang merah. menurutnya itu cara orang kampung untuk mengobati demam, suami saya malah sempat protes, khawatir anaknya sesak nafas karena bau bawang yang menyengat. Tetapi melihat si anak tenang saja dan demamnya juga turun, akhirnya kami menerima saja kebiasaan itu setiap kali anak-anak mengalami demam.

Selama berabad-abad herba mempunayi peran yang sangat vital dalam dunia pengobatan. Setelah tehnologi modern merambah bidang pengobatan, kita mulai memperlakukan herba sebagai obat tradisional, orang mengatakan kebanyakan obat kampung. Padahal banyak tanaman obat justru merupakan koleksi keluarga bangsawan atau raja-raja dimasa lalu, yang dicatat dan diwariskan turun-temurun kegenerasi berikutnya.

Umumnya herba juga dianggap sebagai obat sederhana yang digunakan hanya untuk mengobati masalah ringan. Pengelompokan tanaman sebagai herbal sayuran dan buah-buahan sebenarnya baru dimulai pada awal abad ke 17. Dibarat saja, Sejumlah bahan makanan yang kini dikenal sebagai bumbu dapur. Sayuran atau buah-buahan, sebelumnya masih termasuk tanaman obat. Kol, misalnya ” merupakan obat tradisional” digunakan untuk gangguan perut, bawang merah untuk mengobati gigitan serangga, seledri untuk merangsang ASI ibu yang baru melahirkan.

Begitu pentingnya arti herba bagi kesehatan sehingga bagi sebagian  orang seduhan herba bisa menjadi minuman kesehatan sehari-hari yang berfungsi menjaga kesehatan tubuh. Kebetulan adalah tokoh yang sangat memahami kesehatan alami. Silahkan menyimak Fokus, silahkan juga mencicipi resep racikan teh herba andalan para tokoh tersebut.

Ny. Wis Hakim Sampurna (Rubrik : Hunian) adalah salah seorang yang sangat menghargai khasiat tanaman obat. Karena merasa ditolong oleh daun sambiloto dan buah mengkudu, maka kini ia menyulap halaman rumahnya menjadi kebun tanaman obat dalam pot. Selain menyehatkan diri sendiri, keluarga serta kerabat dekatnya, Wis juga mendapat ” hasil” dari penjualan tanamananya.

Satu lagi peluang meningkatkan taraf hidup (dan kesehatan) dengan memanfaatkan herba.

Salam,
Adang gunawan

Sumber : MAJALAH  NIRMALA (01/IV/JANUARI 2002 )

Category: Inspirasi

Leave a Reply

%d bloggers like this: