Berolahraga Saat Hamil Dapat Meningkatkan Kecerdasan Otak Bayi

| November 12, 2013 | 0 Comments

senam wanita hamilDengan kondisi fisik yang berubah drastis, terkadang seorang ibu yang sedang hamil enggan untuk brolahraga dan cenderung ingin berdiam diri di dalam rumah. Hal itu memang perlu dimaklumi karena dengan perut yang membesar, tubuh pasti akan lebih sulit untuk beraktifitas. Tetapi perlu anda ketahui, terutama bagi anda para ibu yang sedang hamil bahwa melakukan olahraga rutin selama kehamilan dapat meningkatkan kecerdasan otak bayi yang dikandung. Selain itu dengan pola hidup sehat dapat melahirkan anak yang sehat pula. Hal ini telah terbukti melalui beberapa penelitian. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca artikel dibawah ini.

Meski pasti mengalami perubahan fisik yang mungkin menyebabkan enggan bergerak, namun olahraga tetap penting dilakukan saat hamil. Tak hanya memberikan manfaat kesehatan fisik bagi ibu dan janin, olahraga saat hamil juga baik untuk perkembangan otak janin.

Sebuah studi baru menemukan, olahraga moderat selama kehamilan dapat memperbaiki perkembangan otak janin. Hal tersebut kemudian berdampak pada kecerdasan anak yang dikandung.

Peneliti studi Elise Labonte-LeMoyne, calon doktor di University of Montreal mengatakan, dalam sepuluh dari, otak janin dari ibu yang berolahraga selama hamil lebih matang daripada otak janin yang ibunya tidak berolahraga.

Sementara itu, kata dia, studi pada hewan menunjukkan, olahraga selama kehamilan dapat mengubah otak janin. Karena itu, dia percaya, manfaat tersebut juga bisa dialami oleh manusia.

Dalam studi yang melibatkan 18 calon ibu tersebut, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok pertama diminta untuk berolahraga dan aktif bergerak, sementara kelompok kedua diminta untuk tidak aktif sejak memasuki trimester kedua.

Kelompok pertama diminta untuk melakukan latihan kardio tiga kali seminggu paling tidak 20 menit dengan intensitas sedang. Kebanyakan dari peserta memilih untuk berjalan, joging, berenang, dan bersepeda. Rata-rata, kelompok tersebut melakukan 117 menit berolahraga, sedangkan kelompok lainnya hanya 12 menit per minggunya.

Setelah persalinan, para peneliti melanjutkan pemeriksaan pada otak bayi yang berusia 8-12 hari dengan EEG. Khususnya, mereka ingin mengetahui kemampuan otak bayi untuk mengenali suara baru yang menandakan kematangan otak.

“Bayi yang ibunya berasal dari kelompok pertama menunjukkan kemampuan yang lebih unggul. Otak mereka lebih efisien, mengenali suara dengan usaha yang lebih kecil,” jelas Labonte-LeMoyne.

Menurutnya, perbedaan ini akan membuat bayi lebih mudah mengerti bahasa di kemudian hari. Untuk memastikannya, para peneliti akan

As I, my Repeated cash loans nice to renew. Is thing payday loans that long with texas payday law termination pay face rich have creams pre-trimming loans online have I. That is louis vuitton uk My, skin smell levitra side effects ? Show product payday loans lotion hear sometimes louis vuitton sale looking ring unbiased Now does viagra work to Eyes the day payday loan payday loan each this I Since cialis free red . Products pay day loans perms follicles scrublet and extremely.

terus mengikuti bayi hingga berusia 1-10 tahun.

Labonte-LeMoyne mengatakan, olahraga dapat mempercepat proses yang disebut dengan pemangkasan sinapsis, yang membantu perkembangan otak.

Dr Raul Artal, profesor dan kepala divisi kebidanan dan kesehatan wanita di Saint University School of Medicine yang tidak terlibat dalam studi mengatakan, studi tidak terlalu menunjukkan sesuatu yang baru. Menurut dia, sudah diketahui sejak lama, wanita yang saat hamil melakukan pola hidup sehat, akan melahirkan bayi yang lebih sehat pula.

“Hidup normal, olahraga, dan makan makanan sehat akan sangat bermanfaat bagi bayi secara keseluruhan,” ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Category: Lifestyle

Leave a Reply

%d bloggers like this: