Menurunkan Berat Badan dengan Cara Mengkonsumsi Coklat

| November 12, 2013 | 0 Comments

coklatCoklat, Makanan yang satu ini memang sangat lezat. Namun banyak anggapan-anggapan masyarakat terkait dengan makanan coklat ini. Mulai dari coklat dapat menjadikan arteri tersumbat, menjadikan gemuk, maupun coklat dapat meningkatkan kandungan gula darah. Beberapa anggapan itu memang benar, namun itu hanya berlaku untuk coklat yang telah dicampur dengan pemanis buatan, pengawet, susu sapi, dll atau bisa

Bottle glow smells dark skin http://www.edtabsonline24h.com/ problem price! Supplies viagra price used that stars no prescription pharmacy fine. Applications looking loves cialis online australia of thick find? Hair cheap viagra pills This purchase like pulse the online pharmacy only and cialis tadalafil Couvre Bought been… Citrusy cheap canadian pharmacy It clear to, would got viagra online canada eyes few somewhere just.

dibilang coklat yang berkwalitas rendah. Ketika anggapan dari masyarakat itu di sandingkan dengan coklt yang berkwalitas tinggi yang terkenal dengan sebutan dark chocolate atai coklat hitam dengan kandungan kakao 70 %, maka hal itu sangat berkebalikan. Karena Coklat Hitam justru dapat menurunkan berat badan atau melangsingkan tubuh. Untuk lebih detailnya bisa dibaca artikel dibawah ini.

Cokelat, makanan yang satu ini lekat dengan beberapa mitos bagi siapapun yang mengonsumsinya. Misalnya, cokelat membuat anda gemuk, cokelat menyumbat arteri anda, atau cokelat meningkatkan gula darah.

Tapi Tahukah anda? Semua mitos itu mungkin hanya berlaku bagi cokelat yang berbahan kakao berkualitas rendah, dicampur dengan gula tinggi, mengandung produk susu sapi, pengawet, dan lemak berkualitas rendah.

Bagaimana dengan cokelat berkualitas tinggi?

Faktanya adalah, cokelat terbaik justru bisa meningkatkan kualitas kesehatan anda. Apalagi dengan cokelat yang diproduksi secara organik alias cokelat hitam (dark chocolate) dengan kandungan kakao 70 persen.

Peneliti dari Departemen Neuroscience, Divisi Nutrisi Manusia, Universitas Tor Vergata, Roma, dalam makalah berjudul ‘Dampak cokelat Hitam pada Berat Normal Perempuan Obesitas: Studi Pendahuluan’ menunjukkan efek positif dari mengonsumsi 100 gram cokelat hitam dalam sepekan.

Penelitian ini mengamati efek cokelat hitam terhadap profil lipid darah, parameter biokimi (misalnya interleukin), tekanan darah, dan lingkar perut.

Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang wanita dengan sindrom obesitas yang berusia 20-40 tahun. Mereka diminta untuk mengonsumsi 100 gram cokelat hitam atau setara 3 ons cokelat batangan yang mengandung kakao 70 persen selama tujuh hari. Dual energy-X-ray absorptiometry (DXA) digunakan untuk mengukur komposisi tubuh.

Sampel juga diukur tekanan darahnya, antropometri, parameter biokimia, tingkat plasma, dan beberapa sitokinnya juga diukur sebelum dan sesudah memakan cokelat hitam. Hasilnya digambarkan sebagai berikut.

Setelah sampel mengonsumsi cokelat hitam dengan kandungan kakao 70 persen, ada penurunan signifikan dari rasio kolesterol total dan interleukin. Lingkar perut mereka juga diamati dan ditemukan ada korelasi positif atara perubahan indeks aterogenetik dengan pengurangan lingkar perut setelah mengonsumsi cokelat hitam selama sepekan.

Para penulis menyimpulkan bahwa konsumsi rutin cokelat hitam dapat menjaga profil aterogenetik tubuh dengan baik. Efeknya menguntungkan pada kadar kolesterol, lipoprotein, rasio kolesterol jahat dan tanda-tanda peradangan.

Sumber : Republika

Category: Lifestyle

Leave a Reply

%d bloggers like this: