Pola makan tidak sehat penyabab Kolesterol Tinggi

| September 28, 2015 | 0 Comments

makanan hewaniAda 2 jenis kolesterol yang ada dalam darah yaitu kolesterol baik dan kolesterol jahat. Jika kolesterol baik dalam tubuh jumlahnya banyak itu sangat baik bagi tubuh. Namun jika yang kolesterol jahat lebih banyak maka kita harus berhati-hati, hal ini karna kolesterol jahat akan memberikan dapat buruk bagi kesehatan dan dapat menyebabkan kita terserang penyakityang membahayakan seperti Jantung, Stroke, dll.

Penyebab meningkatnnya kadar kolesterol jahat dalam darah dapat di[pengaruhi beberapa faktor, salah satuya adalah pola makan yang tidak sehat. Berikut beberapa pola makan yang dapat meningkatkan Kadar Kolesterol dalam darah dan sebaiknya segera kita hindarai.

Detik.com – Tak cuma jenis makanan, pola makan pun bisa meningkatkan kolesterol tubuh. Pola makan yang seperti apa? Yuk simak!

Hidup sehat bermula dari kebiasaan-kebiasaan sehat, tak terkecuali kebiasaan menerapkan pola makan sehat. Berikut ini pola makan yang tidak perlu dijadikan kebiasaan agar kolesterol tubuh Anda tetap stabil:

1. Hobi Makan Gorengan

Sesekali makan gorengan boleh-boleh saja, tapi jika sudah jadi kebiasaan hendaknya mulai sekarang Anda hentikan. Gorengan berpotensi menimbulkan bahaya di kemudian hari jika digoreng menggunakan minyak yang dipakai berkali-kali.

“Makanan yang digoreng dapat memicu meningkatnya kolesterol darah karena lemak jenuh dalam minyak goreng akan meningkatkan asupan lemak jenuh kita,” jelas dr Iwan Surjadi Handoko dari Kalbe Nutritionals dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (28/9/2015).

Alasan minyak goreng tidak disarankan dipakai berkali-kali adalah karena struktur lemak dalam minyak bisa berubah menjadi lemak trans akibat pemanasan berkali-kali dan dengan suhu tinggi. Nah, lemak trans merupakan lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol darah dan berbahaya bagi kesehatan.

“Karena itu, cobalah untuk lebih menyukai makanan segar seperti lalapan sayur dan makanan yang dikukus atau direbus,” saran dr Iwan.

2. Pantang Makan Sayur

Jika di hadapan Anda terhidang makanan cepat saji dan sayur-sayuran, mana yang Akan dipilih? Sebaiknya Anda memilih sayurannya saja kalau tidak ingin kolesterol menumpuk di tubuh.
Umumnya makanan cepat saji memiliki kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi sedangkan kandungan seratnya rendah. Tentu jika makan makanan cepat saji dijadikan kebiasaan sehari-hari tidak baik bagi kesehatan.

Sebaliknya, sayur merupakan makanan yang baik bagi kesehatan karena tinggi serat. “Selain tinggi serat, tentu kita tidak perlu mengkhawatirkan tentang kandungan lemaknya,” ucap dr Iwan.

Untuk diketahui, selain tinggi serat, sayuran juga merupakan sumber antioksidan sehingga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, serat juga berfungsi untuk melancarkan pencernaan Anda.

3. Kebiasaan Makan Banyak

Umumnya orang yang punya kebiasaan makan banyak cenderung memiliki bobot berlebih. Padahal kelebihan berat badan bisa memicu munculnya aneka penyakit. Terlebih jika makanan yang diasup berkontribusi pada menumpuknya lemak di area perut, sehingga menambah lingkar pinggang.

Salah satu risiko utama dari kondisi kelebihan berat badan adalah tingginya kadar kolesterol karena obesitas meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol ‘jahat’ atau low density lipoprotein LDL) dalam tubuh. Sebaliknya, kadar kolesterol ‘baik’ atau high density lipoprotein (HDL)) dalam tubuh orang dengan obesitas terhitung lebih rendah dari orang normal.

Padahal tingginya kadar LDL dan rendahnya HDL adalah penyebab utama aterosklerosis (atau penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak kolesterol) yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah.

Penelitian menunjukkan banyaknya lemak yang tersimpan dalam tubuh, khususnya di perut, memiliki implikasi yang berbahaya bagi jantung. Lemak di perut berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol jahat dalam darah.

Jadi ketimbang sekali makan dalam jumlah banyak, lebih baik dibagi dalam beberapa porsi kecil untuk kemudian dimakan dalam beberapa waktu. Dengan demikian Anda tidak akan gampang lapar dan tubuh juga tidak mudah melar.

4. Gemar Makan Hewani

“Secara umum, orang yang hobi makan banyak, apalagi makanan bersumber dari hewani, tentu lebih besar juga kemungkinan untuk makan lemak jenuh dan lemak trans lebih banyak,” tutur dr Iwan.

Bukan berarti tidak boleh makan makanan yang bersumber dari hewani, tapi jangan sampai karena menyukai rasanya lantas bebas makan daging sebanyak-banyaknya. Untuk meminimalkan timbunan kolesterol dalam tubuh, ada baiknya Anda memilih daging rendah lemak seperti daging ayam tanpa kulit dan ikan. Daging sapi tanpa lemak juga tetap bisa dikonsumsi.

Bagaimana dengan udang? Udang memang memiliki kadar kolesterol cukup tinggi. Namun sesungguhanya udang punya banyak kebaikan. Hewan air yang satu ini memiliki kadar lemak jenuh yang rendah dan tinggi omega-3 termasuk EPA dan DHA. Akibatnya, udang juga baik untuk dikonsumsi. Tentu tetap dalam batas yang tidak berlebihan.

Selain itu, jangan lupakan pentingnya banyak melakukan aktivitas fisik. Kebiasaan ini harus ditingkatkan, khususnya bagi pasien dengan kolesterol tinggi. Jadi jika memang hobi makan, terutama yang bersumber dari hewani dan dirasa sudah berlebihan, maka harus ada kompensasinya. Misalnya dengan renang selama satu jam untuk membakar 200 kalori, atau jogging yang bisa membakar sekitar 300 kalori.

“Kalau kita mengalami masalah yang berhubungan dengan nutrisi, misalnya berat badan berlebih, diabetes dan kolesterol tinggi, sebaiknya luangkan waktu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapat saran yang tepat,” ucap dr Iwan menyarankan.

Memiliki Pola makan yang sehat sangatlah penting dan sebaiknya segera kit abiasakan agar tidakterjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Semoga artikelini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. Terima Kasih.

Sumber Detik.com

Category: Edukasi, Lifestyle

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: