Langkan dan Pertolongan pertama pada orang yang tersengat tawon atau lebah

| May 22, 2017 | 0 Comments

Tawon dan lebah adalah jenis serangga yang sangat ditakuti, karena memiliki sengat yang bisa menyebabkan bengkak dan rasa nyeri. Tawon dan lebah sebenarnya merupakan 2 serangga yang berbeda, tawon memiliki sengat yang bisa digunakan berkali-kali, sedang lebah memiliki sengat yang hanya sekali digunkan dan akantertinggal pada objek yang disengatnya.

Sengatan tawon atau lebah bisa menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Jika tidak segera diberikan penanganan dan obat untuk sengatan tawon, kondisi ini bisa berujung pada reaksi alergi bernama syok anafilaksis yang mengancam nyawa. Pelajari pertolongan pertama untuk sengatan tawon dan lebah di sini.

Hal pertama yang harus dilakukan pada seseorang yang tersengat lebah adalah mengeluarkan sengat dari area tubuh tersebut dengan ujung kartu plastik bukan dengan memencetnya atau menggunakan alat penjepit/pinset. Sesudahnya Anda dapat melakukan tindakan pertolongan pertama yang juga berlaku bagi sengatan tawon.

Obat Disengat Tawon atau Lebah dan Pertolongan Awalnya.

Tindakan penanganan untuk sengatan tawon maupun lebah akan sedikit berbeda, terutama antara sengatan yang menimbulkan reaksi alergi syok anafilaksis dan yang tidak memiliki reaksi alergi parah. Seseorang yang terkena sengatan tawon atau lebah bisa memiliki reaksi alergi lokal, seperti kemerahan dan pembengkakan, namun tidak mengalami syok anafilaksis atau gejala apa pun ketika tersengat kembali. Namun, ada juga orang yang langsung mengalami gejala syok anafilaksis begitu tersengat lebah atau tawon.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dan obat digigit tawon yang perlu diberikan jika sengatan tawon atau lebah tidak menimbulkan reaksi alergi yang parah (mengalami reaksi lokal):

  • Mengeluarkan sengat

Keluarkan sengat yang masih menempel di kulit dengan cara menggeseknya keluar dengan tepi kartu plastik, misalnya kartu ATM. Tidak dianjurkan menjepit sengat dengan jari atau pinset, karena bisa menyebabkan racun tertekan keluar dari dalam sengat dan masuk ke dalam tubuh Anda.

  • Kompres dg Es

Letakkan kompres es di area yang terkena sengatan untuk mengurangai rasa nyeri.

  • Meletakkan area yang disengat ke tempat yang lebih tinggi.

Jika Anda tersengat di kaki atau tangan, angkatlah kaki/tangan sehingga berada di posisi lebih tinggi, misalnya meletakkan kaki di atas kursi yang lebih tinggi dari kursi yang Anda duduki.

  • Melepaskan semua perhiasan.

Lepas semua perhiasan, gelang, karet atau benda lain yang terlalu ketat dari lengan, kaki, atau area tubuh lain yang tersengat. Hal dilakukan agar perhiasan tidak menghambat area sengatan yang akan membengkak.

  • Mengkonsumsi obat.

Anda bisa memberikan obat untuk sengatan tawon untuk meredakan rasa sakit yang bisa diperoleh di apotek, seperti paracetamol, aspirin, atau ibuprofen. Perlu diingat, aspirin tidak direkomendasikan jika Anda berusia kurang dari 19 tahun.

Obat digigit tawon untuk meredakan rasa gatal yang bisa Anda konsumsi adalah obat yang mengandung antihistamin atau bisa juga mengoleskan campuran baking soda dan losion yang mengandung calamine pada area yang tersengat. Beberapa contoh obat yang mengandung antihistamin, antara lain diphenhydramine dan loratadine yang tidak menyebabkan kantuk.

  • Menjaga kebersihan.

Pastikan area sengatan tetap terjaga kebersihannya untuk mencegah terjadinya infeksi. Sengatan tawon atau lebah biasanya akan membaik dalam waktu dua hingga lima hari.

  • Dibawa ke dokter atau IGD.

Jika ternyata korban memiliki sejarah syok anafilaksis atau mengalami reaksi alergi yang serius, seperti  sulit bernapas, kehilangan kesadaran, muntah, hingga jantung berhenti berdetak, pasien harus segera mendapatkan suntikkan epinephrine (Epi-Pen) dan dibawa ke IGD karena kondisi ini dapat berujung pada kematian.

Suntikkan epinephrine (Epi-Pen) atau adrenalin dan ikuti semua instruksi yang ada selama pemberian suntikan. Tidak disarankan memberikan suntikan pada kaki dan tangan karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Suntikan kedua mungkin perlu dilakukan ketika tiba di IGD atau di dalam ambulans. Berilah jeda selama 5 hingga 15 menit untuk melihat perkembangan kondisi sebelum memberikan suntikan selanjutnya.

Berilah pernapasan buatan/resusitasi jantung paru (RJP) jika terjadi henti jantung, yaitu keadaan di mana jantung berhenti berdenyut. Bagi yang mengalami reaksi ini, dokter akan segera memberikan penanganan untuk mengatasi kegawat-daruratan dan juga gejala yang terjadi, seperti pemberian steroid dan oksigen. Anda mungkin juga harus berada di rumah sakit lebih lama untuk memudahkan dilakukannya pengamatan perkembangan kondisi.

Category: Macam-Macam Penyakit dan Cara Pengobatannya

Leave a Reply

%d bloggers like this: