Tanaman herbal Indonesia – Pare

| September 13, 2012 | 0 Comments

P  A  R  E

Nama latin : Momordica charantia

Nama lokal : Pare, paria, papareh, paja.

Diskripsi tanaman : Tanaman ini tumbuh secara berbaring ataupun memanjat. Banyak ditemukan didaerah tropis, disawah , ditegalan sebagai palawijo. Semua bagian tanaman herbal pare ini berasa pahit. Tanaman herbal pare ini sudah dikenal sejak dulu. Namun secara penggunaan untuk pengobatan herbal sudah dimulai  tahun 1910. Di negara Kuba tepatnya di Puerto rico dan Santop Domingo tanaman ini sudah dikenal secara luas sebagai obat tradisional untuk penyakit diabetes melitus.  Disebutkan bahwa dokter yang menangani pasien diabetes menyebutkan bahwa telah menemukan hasil yang baik setelah mencoba buah pare secara tunggal maupun digabung dengan bahan-bahan lain.  Disebutkan pula bahwa kita tidak perlu diet secara ketat, namun perlu juga berhati-hati supaya tidak keracunan karena terlalu banyak mengkonsumsi pare ini.

Ciri-ciri tanaman herbal pare :

  • Batang : Berbulu kasar.
  • Daun (daun tundung) : Kasar, berbentuk jantung, berlekuk 5 – 7, juga berasa pahit.
  • Bunga : Kuning muda
  • Buah : Hijau muda sampai merah muda, poanjang 8 – 14 cm, dengan kutil tajam dan atau tumpul, bundar, panjang atau bengkok, semua sangat licin. Jika telah matang akan pecah dan dagingnya terlihat merah, lembek dan berasa manis.

Kandungan zat berkhasiat dalan pare :

Dalam ekstrak daun pare mengandung alkohol. Ditemukan pula subtansi yang kemungkinan bersifat hipoglikemik (sebagai penurun kadar gula darah). Ditemukan pula Damar, asam damar, dan sedikit minyak lemak.

Penggunan tanaman herbal pare  untuk pengobatan herbal adalah sebagai berikut :

1. Untuk daun atau getahnya. Digunakan sebagai obat sakit ati, sakit kotor, dengan atau   bisa digunakan untuk sebagai obat sakit hati. sakit kotor, anthelminticum.

2. Untuk perempuan yang sedang nifas, membersihkan darah, memperbanyak air susu, dan pada umumnya bisa digunakan untuk memperbaiki nafsu makan.

3. Pengobatan diabete melitus. Dosisnya 3 kali sehari.

4. Sedangkan bagi yang tidak suka pahit  bagi  yang sakit,  bisa diasukkan dalam kassar air minum

Aapun penggunaannya tumbuk halus daun, masukkan kedalam kapsul, diminum 3 kali sehari masing-masing 1-2 kapsul.

Category: Tanaman Herbal

Leave a Reply

%d bloggers like this: