TANAMAN HERBAL “SAMBILOTO”

| October 4, 2012 | 0 Comments

Sambiloto (Andrographis paniculata) mempunyai nama daerah yaitu papaitan (Sumatra), Sambiloto (Jawa), ki ular (Sunda) sedangkan dalam bahasa asing disebut green chiretta (Inggris). Sambiloto ini mempunyai kandungan kimia yaitu lakltone yang berupa deoxy-andrographolide, andrographolide (zat pahit), neandrographolide, 14-deoxy-11, 12 didehydroandrographolide, dan homoandrographolide (daun dan cabang). Sedangkan akar anggota famili Acanthaceae itu mengandung flavonoid yang berupa polymethoxyflacone, andrographin, panicolin, mono-o-metilwithin, dan apigenin-7,4-dimetil eter, alkane, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, serta asam kersik. Sambiloto juga terdapat 1% andrografolida, kalmegin, dan hablur kuning. Dari pahit sampai terpahit rasanya. sambiloto ini juga memiliki sifat dingin.

Sambiloto masuk meridian lambung, paru-paru, usus besar, dan usus kecil yang berfungsi sebagai penurun panas atau panas dalam, antiracun, antipiretik, anti radang, antibengkak, antibakteri, analgesik atau penghilang nyeri dan penghilang lembab. Sambiloto ini juga berperan dalam kondensasi sitiplasma sel tumor, pyknosis, dan menghasilkan inti sel.

Kemudian cara budi daya sambiloto yaitu dengan perbanyakan sambiloto dengan biji atau dengan setek batang. Bijinya dapat disebar ataupun disemai dulu. Cara memeliharanyapun sangan mudah yaitu penyiraman memadai dengan cukup air, menjaga kelembapan, dan pemupukan, terutama pupuk dasar.

Adapun bagian tanaman yang digunakan dan pemanfaatanya adalah sebagai berikut :

  1. Tipus abdominalis, ambil 13 lembar daun segar, lalu cuci bersih. Rebus daun dengan 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring hasil rebusan. Kemudian tambahkan 1 sendok makan madu, aduk hingga rata, minum 1 kali.
  2. Disentri dan diare, gunakan sekitar 13 gram daun kering, lalu cuci bersih. Rebus daun tersebut dengan 4 gelas air hingga mendidih mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum hasil rebusan setelah dingin2 kali sehari, masing- masing 1 gelas. Tambahkan 1 sendok madu ke dalam air rebusan sebelum diminum.
  3. Flu, sakit kepala, dan panas, tanaman dicuci bersih, lalu dikeringkan. Tanaman ditumbuk hingga halus. Tambahkan 1 gelas air dalam 1 gram bubuk tanaman. Minum air rebusan 3 kali sehari.
  4. Inflenza, radang paru, dan TBC paru, tanaman dicuci bersih kemudian dikeringkan. Tumbuk tanaman hingga halus. Tambahkan 1 gelas air dalam 3 gram bubuk tanaman. Minum air rebusan 3 kali sehari.
  5. Radang saluran napas dan radang paru, Ambillah 13 gram daun kering, cuci bersih, rebus dengan 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum hasil rebusan 2 kali sehari dengan ditambahkan 1 sendok madu.
  6. Batuk Rejan(Pertusis), lima daun segardicuci bersih dan dipotong- potong. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih dan diamkan beberapa saat. Setelah dingin, angkat ramuan dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum ramuan itu 3 kali sehari.
  7. Darah tinggi, ambil 7 daun segar kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil. Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih. Diamkan beberapa saat dan tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan setelah dingin 3 kali sehari.
  8. Infeksi mulut dan tonsilitis, cuci bersih tanaman, lalu keringkan.Tumbuk tanaman hinggahalus. Tambahkan 1 gelas air dalam 4 gram bubuk tanaman. Minum air rebusan bersama 1 sendok madu.
  9. Paringitis, cuci bersih tanaman segar sebanyak 9 gram. Setelah itu, tumbuk halus dan peras airnya. Tambahkan 1 sendok madu ke dalam air perasan. Minum ramuan.
  10. Infeksi telinga, Ambillah 9-15 gram daun segar, cuci bersih, dan rebus dengan air bersih secukupnya hingga mendidih. Setelah dingin, saring hasil rebusan dan teteskan di lubang telinga.
  11. Kencing Manis, cci bersih setengah genggam daun. Rebus daun dengan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. Minum ramuan sehari 3 kali, masing- masing 1 gelas. Selain itu, penderita harus minum banyak air.
  12. Kencing nanah/ gonorhoe, cuci bersih sekitar 3 batang. Rebus tanaman dengan 4 gelas air bersih hingga mendidih dan tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring rebusan kemudian tambvahkan 1 sendok makan ke dalam rebusan. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.
  13. Digigigit ular berbisa, ambilah daun sambilot dan daun tembakau segar secukupnya, lalu cuci bersih. Tumbuk daun tersebut hingga halus. Hasil tumbukan dibalurkan diatas bekas gigitan. Untuk menetralisisir bisa di dalam tubuh dengan cara merebus 17 gram daun sambiloto segar dengan 4 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring ramuan. Tambahkan 1 sendok madu. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
  14.  Kudis, untuk obat luar cuci bersih daun sambiloto segar secukupnya. Tumbuk daun dan tambahkan belerang serta air sedikit, lalu aduk seperti adonan. Oleskan ramuan pada kulit yang berkudis. Untuk obat dalam, cuci 5 lembar daun sendok dan 7 lembar daun ssambiloto segar. Rebus bahan tersebut dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu ssaring ramuan. Minum ramuan 1 kali sekali, masing-masing satu gelas.

Sumber: Penebar Swadaya

 

Category: Tanaman Herbal

Leave a Reply

%d bloggers like this: