Bahaya Pulosi Udara untuk Ibu Hamil

| September 11, 2015 | 0 Comments

polusiPolusi Udara adalah kondisi udara yang sangat tidah menyehatkan dan tercemar. Dan sekarang hampir tidak adalagi daerah yang udaranya tidak berpolusi, hanya kadarnya yang berbeda. Polusi udara dapat disebabkan oleh banyak hal, dan yang paling banyak adalah asap kendaraan bermotor. Padahal Polusi udara sangatlah membahayakan bagi kesehatan manusia, terlebih pada mereka ibu yangsedang hamil.

Polusi untuk ibu hamil tentulah sangat berbahaya, namun jarang diketahui oleh masyarakat atau ibu hamil itu sendiri. Selama ini polusi terutama polusi udara ada dimana-mana, terutama ibu hamil yang aktif bekerja di luar ruangan. Saat hamil sudah seharusnya ibu menjaga kandungan yang ada di dalam rahimnya. Ibu tidak hanya mementingkan kesehatannya sendiri namun ibu juga harus menjaga kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya.

Tidak hanya bahaya polusi yang tidak diketahui oleh ibu hamil, namun bahaya polusi secara umum ini masih dianggap akan aman-aman saja bagi kesehatan dan juga janin. Padahal dalam kenyataannya tidaklah seperti itu. Polusi sangat berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan juga janin yang ada di dalam kandungan.

Berikut ini adalah berbagai macam dampak polusi  bagi ibu yang sedang hamil :

  • Janin Terkena Asma

Ibu hamil yang membiarkan dirinya terpapar dengan polusi terutama polusi udara bisa membuat janin yang ada di dalam kandungannya terkena asma. Ibu hamil di trimester kedua sangat rentan untuk memiliki bayi yang terkena asma jika membiarkan polusi udara masuk ke dalam tenggorokannya. Partikel berbahaya yang ada di dalam polusi udara bisa masuk dan terhirup oleh ibu. Partikel tersebut bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan, terkena asma.

  • Paru-Paru Janin Terganggu

Adanya polusi udara yang ada di lingkungan membuat paru-paru janin menjadi terganggu, hal itu dikarenakan polusi udara membuat organ pernafasan termasuk paru-paru menjadi terganggu. Janin yang ada di dalam kandungan terganggu pertumbuhan dan perkembangan paru-parunya. Jika pertumbuhan paru-parunya terganggu maka pernafasan bayi pun akan terganggu.

Bahaya polusi udara bagi ibu hamil yang masuk ke dalam tubuh, bisa membuat janin yang ada di dalam kandungan memiliki penyakit di bagian saluran pernafasannya. Hal itu dikarenakan paru-paru tidak bisa berkembang secara sempurna dan pertumbuhannya menjadi terganggu. Paru-paru itu erat kaitannya dengan saluran pernafasan janin.

  • Berat Badan Bayi Rendah

Ibu yang sering menghirup polusi udara bisa menyebabkan bayi terlahir dengan berat badan yang rendah. Polusi udara yang dihirup ke dalam tubuh bisa menyebabkan penyerapan gizi ibu hamil ke dalam tubuh janin menjadi terganggu. Akibatnya bayi memiliki sedikit nutrisi dan berat badannya menjadi rendah.

  • Perkembangan Janin Terganggu

Bahaya polusi bagi ibu hamil bisa membuat perkembangan janin terganggu. baik itu perkembangan janin mulai trimester awal sampai dengan trimester akhir. Hal itu disebabkan oleh zat-zat berbahaya yang terkandung dalam polusi tersebut.

  • Suplai Oksigen Berkurang

Ibu hamil yang terpapar dengan polusi udara bisa menyebabkan suplai oksigen ke janin menjadi berkurang. Oksigen merupakan zat penting bagi ibu maupun janin yang ada di dalam kandungan. Jika janin kekurangan oksigen akibatnya adalah janin menjadi lemas di dalam kandungan, tidak aktif bergerak dan kemudian meninggal secara mendadak.

  • Autis

Penelitian menemukan fakta bahwa ibu yang tinggal di pinggir jalan raya dan di daerah polutan bisa menyebabkan anaknya terkena autis. Perkembangan janin 4 bulan pada ibu hamil yang berada didaerah polutan, beresiko melahirkan anak autis 3 kali lipat dibandingkan dengan ibu hamil yang tinggal di daerah yang bebas polutan. Begitu pula dengan anak-anak yang tinggal di daerah polutan dan dibesarkan di daerah polutan semakin beresiko terkena autis.

  • Lahir Prematur

Ibu yang sering terpapar dengan polusi udara bisa menyebabkan bayi tersebut lahir dengan prematur. Penelitian yang dilakukan terhadap 970 ibu hamil yang tinggal di kawasan dekat industri, dekat jalan told an dekat dengan jalan raya menunjukkan fakta bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu tersebut lahir 2 minggu lebih cepat dari HPL, selain itu ada ibu yang melahirkan secara prematur kurang dari 37 minggu.

  • Meninggal Dalam Kandungan

Ibu yang terpapar polusi di saat usia kehamilannya menginjak 20 minggu ke atas bisa menyebabkan bayi yang dikandung oleh ibu tersebut meninggal di dalam kandungan. Bayi yang meninggal dalam kandungan saat usia perkembangan janin 5 bulan ke atas, harus dikeluarkan melalui jalan operasi.

  • Keguguran

Ibu yang sejak trimester awal sering terpapar oleh polusi udara bisa menyebabkan ibu hamil tersebut mengalami keguguran. Alasannya adalah partikel berbahaya yang masuk ke dalam tubuh ibu bisa mengganggu perkembangan dan juga pertumbuhan janin yang ada di dalam kandungan. Akibatnya bahaya polusi bagi ibu hamil ini membuat janin tidak bisa tumbuh dan rentan untuk menggugurkan diri dari rahim sang ibu.

  • Kecacatan

Polusi air yang tercemar dengan logam berat dan masuk ke dalam tubuh ibu hamil, bisa membuat janin yang ada di dalam kandungan ibu mengalami kecacatan. Kecacatan itu bisa bersifat permanen dan seumur hidup.

Category: Edukasi, Tips kesehatan

Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: