TIPS KESEHATAN -DIET MAKROBIOTIK

| December 10, 2012 | 0 Comments

Makrobiotik berarti mencapai hidup sempurna. Menurut ajaran makrobiotik, tak ada hidup sehat sempurna tanpa berfikir positif, menyantap makanan sehat dengan gizi seimbang, rajin berolah raga dan dekat dengan sang pencipta. Pola makan yang digali dari budaya makan Tiongkok Kuno ini bertumpu pada ajaran Tao, yakni Ying-Yang. Unsur Yin yang bersifat pasif dan unsur yang aktif saling berseberangan, tapi sekaligus saling melengkapi dan menyatukan.

Makrobiotik mengutamakan kesimbangan Yin-Yang. Pelaku diet makrobiotik disarankan memperbanyak konsumsi bahan makanan mengandung Yin-Yang seimbang, Seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian (wijen, kenari dan almon), aneka rumput laut, padi-padian berkulit ari (beras tumbuk, beras merah). lauk hasil laut. Sebaliknya, makanan terlalu Yin (nasi putih, minyak goreng, susu, gula, kopi, kue-kue, food additives) dan makanan terlalu Yang (daging, ayam, telur, keju, garam) dibatasi.

Pola makan ini sering disebut “Diet Yin-Yang” Sesekali disebut sebagai ” Diet Asia” Karena dinilai mewakili citra pola makan sehat khas Asia dan terbukti memberikan umur panjang dan jauh dari penyakit degeneratif.

Keunggulan :

  • Dipuji sebagi diet pembersih yang diunggulkan Makrobiotik kaya serat, berlimpah vitamin antioksidan, sarat zat fitomikiawi alami yang masih aktif (karena sebagian dikonsumsi mentah atau dimasak sebentar), dan sedikit mengandung bahan polutan konsumsi (gula dan garam berlebihan, lemak jenuh, lemak trans, food edditives). Melangsingkan sekaligus menyembuhkan tak terbilang pengidap kanker, gangguan pembuluh darah (penyakit jantung, stroke), kencing manis dan jenis-jenis penyakit degeneratif lain yang terselamatkan dengan pola makan makrobiotik.
  • Murah dan cocok dengan pola makan kita, karena makrobiotik menganjurkan sumber protein nabati yang berasal dari kacang-kacangan, padi-padian berkulit ari, dan biji-bijian, dari pada protein hewani. Daging, ayam, telur, susu, keju tergolong makanan yang harus dibatasi.

Keterbatasan :

  • Pembatasan garam dalam masakan membuat hidangan makrobiotik terasa kurang greget. Perlu pembiasaan untuk bisa menganganggap keterbatasan ini wajar dan tidak mengganggu, sehingga setiap makanan bisa dinikmati dengan rasa syukur. Anda dituntut memiliki semangat spiritual.

Saran :

Diet makrobiotik merupakan bagian dari filosofi hidup, bukan melulu urusan perut dan kenikmatan mulut. Jadi, Jika Anda harus mengunyah masakan makrobiotik tanpa garam atau hampir tanpa garam, nikmati dengan ikhlas………………jika itu memang bisa menjamin kita tetap sehat, panjang usia, dan tetap awet muda, ya kenapa tidak! Pilihan sepenuhnya ada ditangan Anda.

Sumber : Majalah Nirmala

Category: Tips kesehatan

Leave a Reply

%d bloggers like this: